Modele de silogisme

b. silogisme hipotetik silogisme hipotetik Adalah argumentation Yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, que premis minornya Adalah proposisi katagorik. Ada 4 (Empat) macam tipe silogisme hipotetik: – Hukum-Hukum Silogisme Katagorik apabila Dalam Satu premis partikular, kesimpulan harus parti ¬ Kular Juga, seperti: Semua Yang halal dimakan menyehatkan sebagian makanan tidak menyehatkan, Jadi sebagian makanan tidak halal dimakan (Kesimpulan tidak Boleh: Semua makanan tidak halal dimakan). Apabila salah Satu premis negatif, kesimpulan harus negatif Juga, seperti: modèle DN ini telah memainkan peranan Yang Sangat luar Biasa pentingnya Dalam diskusi Secara filosofis mengenai memberikan Dalam Ilmu Pengetahuan Saat ini. Teori memberikan Ilmiah Adalah sebuah teori Yang mencoba menjelaskan bagaimana memberikan Ilmiah ITU terjadi. Pada kali ini saya ingin membahas mengenai bagian dari teori penjelasan Ilmiah yaitu Adalah teori penjelasan Ilmiah Deduktif-Nomologis. Teori ini diusulkan Oleh Carl G. Hempel Dan Paul Oppenheimer pada1948. Teori ini terdapat pada Buku études dans la logique de l`explication (1948). Sebuah Sketsa Juga bisa ditemukan di Buku Karl Popper logique de découverte scientifique (1934). Terlepas dari permasalahan di ATAS, Dalam Pembelajaran construction Knock penalaran Hukum, silogisme kategoris Dan silogisme hipotetis tetap penting untuk dikuasai. Di sinilah diperlukan kecermatan agar penerapannya tidak keliru.

Silogisme kategoris biasanya digunakan untuk memastikan apakah OBS demi OBS suatu perbuatan/Peristiwa Hukum Sebagaimana ditetapkan Dalam ketentuan volontarisme Sudah dipenuhi. Untuk UIT Satu demi Satu OBS ITU harus dibuatkan silogisme kategorisnya. Setelah Semua OBS ITU berhasil dibuktikan bahwa konklusi-konklusinya menyatakan telah terpenuhi kualifikasi perbuatan/Peristiwa Hukum UIT, Maka barulah silogisme hipotetis dapat menutupnya dengan mengaitkannya dengan jenis Dan bobot sanksinya. PREMIS Yang di dalamnya terdapat terme maire dinamai premis Mayor, Dan premis Yang di dalamnya terdapat terme mineur dinamai premis minor. Dalam Bentuk silogisme Logika Yang Sesungguhnya, premis Mayor diberikan Mula-Mula Dan Sudah ITU diikuti Oleh premis mineur. Perlu diingat bahwa Dalam silogisme Lambang M dipakai untuk menunjukkan terme penengah, S menunjukkan mineur Dan P untuk term Mayor. Silogisme dibedakan menurut bentuknya, trutama pada kedudukan term Tengah (M) di Dalam proposisi. Terdapat Empat Bentuk silogisme, yaitu: Bentuk I, Bentuk II, Bentuk III, Dan Bentuk IV. Ada silogisme Yang tidak mengikuti Hukum-Hukum silogisme tersebut. Silogisme demikian disebut silogisme tidak beraturan Atau silogisme tidak standar, yaitu sebagai berikut: Dalam Ilmu Logika ADA yang dinamakan dengan Silogisme. Silogisme Adalah suatu Bentuk penarikan konklusi Secara deduktif Tak langSung Yang konklusinya ditarik dari premis Yang disediakan serentak. Oleh Karena silogisme Adalah penarikan konklusi Yang sifatnya deduktif, Maka konklusinya tidak dapat mempunyai Sifat Yang lebih Umum dari pada premisnya.

2. Silogisme disyungtif Dalam Arti LUAS, Kebenaran Koi Adalah sebagai berikut: a. Bila premis minor mengakui salah Satu Alterna konklusinya SAH (benar), seperti: Budi menjadi Guru Atau pelaut. la Adalah Guru. Jadi Bukan pelaut Budi menjadi Guru Atau pelaut. la Adalah pelaut. Jadi Bukan Guru b. Bila premis mineur mengingkari salah Satu un konklusinya tidak SAH (Salah), seperti: Penjahat ITU lari ke solo Atau ke Yogya. Ternyata tidak lari ke Yogya. Jadi IA lari ke solo.

(Bisa Jadi IA lari ke Kota Lain). Budi menjadi Guru Atau pelaut. Ternyata IA Bukan pelaut. Guru Jadi IA. (Bisa j`ADI IA seorang scolang). Silogisme ini Ada Dua macam, silogisme disyungtif Dalam Arti sempit Dan silogisme disyungtif Dalam Arti LUAS. Silogisme disyungtif Dalam Arti sempit mayornya mempunyai alternatif kontradiktif, seperti: la lulus Atau tidak lulus.

Esta entrada foi publicada em Sem categoria. Adicione o link permanente aos seus favoritos.

Os comentários estão encerrados.